Thursday, 17 December 2009

قصيدة ألا يا الله بنظره.. للإمام الحداد

ألا يالله بنظره من العين الرحيمه * تداوي كل ما بي من أمراض سقيمه

ألا يا صاح يا صاح لا تجزع و تضجر* و سلم للمقادير كي تحمد و تؤجر

وكن راضي بما قدر المولى ودبـــــــــر* ولا تسخط قضا الله رب العرش الأكبر

وكن صابر وشاكر

تكن فايز وظافر

و من أهل السرائر

رجال الله من كل ذي قلب منــــــــــور * مصفى من جميع الدنس طيب مطهر

**********

و ذه دنيـــا دنيه حوادثــها كثيــــرة * وعيشتها حقيره ومدتها قصيره

ولا يحرص عليها سوى أعمى البصيره * عديم العقل لو كان يعقل كان أفكر

يفكر في فناها

و في كثرة عناها

وفي قلة غناها

فطوبى ثم طوبى لمن منها تحــــذر * وطلقها و في طاعة الرحمن شمر

**********

ألا يا عين جودي بدمع منك سائــل * على ذاك الحبيب الذي قد كان نازل

معانا في المرابع و أصبح سفر راحل*و أمسى القلب و البال من بعده مكدر

و لكن حسبي الله

وكل الأمر لله

و لا يبقى سوى الله

على بشار جادت سحائب رحمة البر* و حياهم بروح الرضا ربي و بشر

**********

بها سادتنا و الشيوخ العارفونا * و أهلونا و أحباب قلبي نازلونا

و من هم في سرائر قلبي قاطنونــــا * بساحه تربها من ذكي المسك أعطر

منازل خير ساده

لكل الناس قاده

محبتهم سعاده

ألا يالله بنظره من العين الرحيمــه * تداوي كل ما بي من أمراض سقيمه

**********

terimakasih.

ada seorang anak kecil yg senang bermain dibawah pohon apel yg rindang..

tiap hari dia bermain berlarian dibawah pohon itu, kalo lapar, kadang ia memanjat ke atas untuk memetik dan memakan beberapa buah apel nya, kemudian ia tertidur lelap di salah satu dahan pohon tadi..

ke esokan harinya pun dia melakukan hal yg sama, si pohon juga senang dengan kedatangan nya, sipohon selalu berkata: sini.. bermainlah lagi denganku..!

pada suatu saat, lama si anak tak pernah kembali ke pohon tadi, tiba2 si anak datang dan sudah lumayan gede, si pohon langsung senyum gembira dan mengajaknya bermain lagi..

sianak menjawab: aku sudah tidak pantas lagi berlarian dibawahmu, aku butuh uang untuk beli mainan baru..

si pohon menjawab: aku tdk punya uang, tapi silahkan kau ambil semua buah apel ku untuk kau jual, uangnya tuk beli mainan mu,

si anak langsung memetik semuanya dan pergi, tak kembali.. sipohon pun sedih.

tiba2 sang anak kembali ke pohon itu dan dia sudah dewasa, menikah dan punya banyak anak, sipohon tersenyum gembira dan menyambutnya, sini.. bermainlah denganku.. sianak menjawab, aku sibuk, tak ada waktu buatmu,

aku harus kerja untuk mengurus keluarga, aku butuh rumah! si pohon berkata: ambilah semua ranting2 ku untuk kau jadikan rumahmu. sianak langsung menebang semua ranting dahan nya dan membuat rumah, diapun lama tak kembali kepohon tadi.

si pohon pun sedih menunggu.. tiba2 datanglah ia dengan tubuh yg sudah tua, rambut yg putih, dia berkata pada pohon, aku lelah dalam kehidupan ini, aku hendak berlayar.. melaut, jauh dari manusia, tapi aku tak memiliki perahu,

si pohon senyum dan berkata: potonglah separuh badanku untuk kau jadikan perahu, dan berlayarlah..! setelah itu sianak jarang kembali lagi, bertaun taun menjauh dari pohon,

diapun sedih... pada suatu hari ia datang ke pohon lagi, sipohon terharu gembira, si anak berkata, aku capek, pengen istirahat,

sipohon berkata, duduk lah dan bersenderlah di sisa2 akar ku yg sudah tua ini.. istirahatlah kamu.. anak itu pun duduk.. sipohon pun tersenyum senang sambil meneteskan air mata nya..!

TAU KAH ENGKAU WAHAI KAWANKU? si pohon tadi adalah ORANG TUA KITA, yg SANGAT SAYANG PADA KITA SEMUA.. berbaktilah padanya, hadirkanlah senyuman pada paras wajahnya yang mulia dan tak kenal lelah demi kebahagiaan sang anak...! trimakasih ya pohon.. (ahmad)